Mahasiswi Kedokteran Ini Meninggal Setelah Minum Obat Pelangsing





Sarah Houston, gadis 23 tahun yang juga seorang mahasiswa kedokteran di University of Leeds ini terobsesi dengan berat badannya. Akibatnya, ia diam-diam mengambil pil pelangsing terlarang dan berbahaya.



Menurut Sarah, bulimianya sudah di bawah kontrol sehingga dia memutuskan untuk mengonsumsi obat pelangsing. Namun ternyata obat pelangsing yang dia minum terkait dengan 62 kasus kematian di seluruh dunia. Obat ini juga yang akhirnya membuat Sarah meregang nyawa.



Meskipun dilarang untuk mengonsumsi Dinitrophenol (DNP), namun DNP masih mudah ditemukan lantaran tersedia secara online. Obat ini dijual dalam bentuk kapsul, dan belakangan diketahui obat ini ternyata juga merupakan pestisida.



Petugas pemeriksa kematian, David Hincliff, mengatakan obat itulah yang menyebabkan kematian Sarah. Banyak orang tertarik minum obat tersebut lantaran diyakini bisa mengendalikan berat badan.



"Satu-satunya motif pembuatan zat beracun sebagai alat bantu pelangsing adalah akan mendapatkan keuntungan dari orang-orang yang memiliki kondisi seperti Sarah," tutur Hincliff.



Sarah telah mengonsumsi DNP bersama dengan obat anti-depresan. Kombinasi dari dua obat itu meningkatkan metabolisme yang malah berakibat fatal. Sarah ditemukan tewas di kamar tidurnya oleh teman satu flatnya. Beberapa saat sebelumnya, Sarah yang merasa panas dan tidak enak badan menolak dipanggilkan ambulans.



Keluarga Sarah yang semuanya merupakan dokter berkualitas, akan melobi pemerintah agar memasukkan DNP dalam kategori barang ilegal. Berdasarkan investigasi setelah kematian Sarah pada September lalu menunjukkan bahwa Sarah telah mengambil 38 dari 100 kapsul dalam paket DNP. Obat ini telah terdeteksi dalam darahnya.



Dari pemeriksaan tidak ditemukan bukti Sarah mengalami overdosis, dan memang Sarah tidak ingin bunuh diri. Sarah diketahui sebelumnya telah mengunjungi psikiater untuk mengonsultasikan gangguan makan yang telah dialaminya selama 3 tahun ini.



Malam sebelum kematiannya, Sarah bernafas dengan berat dan matanya kuning. Karena merasa panas, ia juga telah mencoba mendinginkan tubuhnya di kamar mandi. Teman satu flat Sarah telah menyarankannya untuk menelepon ambulans, namun menurut Sarah kondisinya akan segera membaik. Sarah sempat mengirimkan pesan singkat pada temannya di hari berikutnya, hingga akhirnya ditemukan meninggal pada pukul 15.15 waktu setempat.



Seorang toksikologi, Matius Wade, berkomentar tentang DNP setelah peristiwa yang menimpa Sarah. "Karena ini merupakan obat terlarang, kita tidak benar-benar tahu sampai di mana tingkat keamanannya untuk tubuh," katanya.



Obat ini memang memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap masing-masing orang yang mengonsumsi. Meski demikian masyarakat diminta tidak mengonsumsi zat beracun itu.



Dr Graham Mould, seorang ahli toksikologi forensik, menyebut DNP yang dikombinasikan dengan anti depresan, Fluoxetine atau yang dikenal juga nama Prozac bisa saja mengakibatkan sesuatu yang fatal. Ia tidak tahu berapa lama Sarah telah mengonsumsi DNP, tapi mungkin saja obat yang dikonsumsi Sarah sudah terakumulasi.



Akumulasi obat dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan efek sampingnya adalah membuat badan terasa panas. Sesak napas juga mungkin terjadi sebagai akibat peningkatan denyut jantung.



Dr John Morgan, seorang psikiater mengatakan Sarah mengonsumsi DNP untuk memenuhi mengendalikan berat badan dan depresi. Padahal menurutnya, Sarah memiliki berat badan yang sehat.


Follow On Twitter